Eating Disorders

Haii guys!
Masih seputar mental health nih, kali ini gue bakal bahas mengenai EATING DISORDERS. Kalian tau ga sih apa itu eating disorder ?


Gangguan makan (eating disorders) adalah sebuah sindrom yang ditandai dengan perilaku makan yang menyimpang terkait dengan gangguan psikologi seperti mempertahankan bentuk tubuh dan berat badan. Gangguan ini terjadi sebagai bentuk ketidakpuasan akan bentuk tubuh yang dimiliki karena beauty standart yang diciptakan lingkungan bahwa “cantik itu kurus”, hal ini tentu akan memengaruhi pola makan seseorang. Gangguan ini sering banget dialami sama remaja akhir dan dewasa awal nih. Biasanya hal-hal seperti ini sering terjadi dikalangan remaja dan wanita dewasa. Jenis-jenis eating disorders diantaranya yaitu anorexia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating disorders.
1.      Anorexia Nervosa
Anorexia nervosa adalah bentuk gangguan pola makan yang menyebabkan penderita ingin memiliki bentuk tubuh yang jauh dari normal (sangat kurus). Penderita tidak pernah puas dengan bentuk tubuh yang dimiliki dan selalu menganggap dirinya kelebihan berat badan. Untuk mengatasi perilaku ini perlu dukungan orang sekitar untuk memberikan pemikiran positif sehingga penderita dapat merubah pola makan.
2.      Bulimia Nervosa
Bulimia nervosa adalah gangguan pola makan yang menyebabkan penderita akan memakan makanan dalam jumlah yang banyak dan mengeluarkannya secara sengaja dengan mengonsumsi obat pencahar atau olahraga yang berlebihan. Mereka ingin berat badan yang stabil tetapi  kesulitan dalam mengatur porsi makanan, berlawanan dengan perilakunya mereka akan mengeluarkannya kembali makananya. Penderita ini merasakan sensasi yang menyenangkan ketika mengeluarkan makan yang dimakan. Untuk mengatasi perilaku ini, penderita perlu menjalani konseling gizi dan psikoterapi, terutama terapi perilaku kognitif atau diberi pengobatan seperti anti depresan.
3.      Binge Eating Disorders
Binge eating disorders agalah gangguan pola makan dimana penderita akan mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak dan tidak memerdulikan berat badan. Biasanya gangguan ini disertai dengan tingkat stress penderita cukup tinggi. Untuk mengatasi perilaku ini, penderita dapat melakukan terapi.
Pada dasarnya setiap orang tidak percaya diri dengan berat badan yang berlebih. Wanita merupakan sebagian besar penderita eating disorders menurut Kristeller. Selain itu statement / beauty standart yang diciptakan lingkungan bahwa bentuk badan yang langsing memudahkan kita dalam segala aktivitas dan lebih cantik, dapat membuat seseorang tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Menurut Fridea, faktor-faktor yang menurunkan rendahnya kepercayaan diri seseorang yaitu, tekanan dari orang sekitar yang sering mengejek, pengalaman masa lalu, dan pola pikir.
Selain itu eating disorders juga banyak dialami atlet, terutama atlet wanita yang mengharuskan bentuk tubuhnya yang tetap ramping. Seperti yang diketahui bahwa biasanya atlet memiliki pola makan yang sehat. Tetapi ada beberapa factor yang menyebabkan atlet mengalami gangguan makan seperti, nasihat dari pelatih atau orang tua, ketakutan akan akibat buruk bila tidak dilakukan, mitos dan ketidaktahuan gizi, kebiasaan, dan meniru atlet senior.


Nah untuk penanganan yang tepat untuk penderita eating disorder ini, ada asupan khusus nya nih geng
1. Asupan energi
Untuk mendukung pembentukan massa tubuh penderita asupan energi maka kebutuhan energi energi diberikan 60-100 kkal per kilogram berat badan penderita. Hal ini akan mendukung peningkatan berat badan sebesar 1 – 1,5 kg dalam satu minggu.

2. Protein dan lemak

Asupan protein dan lemak harus terpenuhi untuk mendukung massa tubuh.

3. Zat gizi untuk tulang

Saat mengalami anoreksia, beberapa zat gizi dalam tubuh mengalami gangguan dan degradasi sehingga asupan vitamin D, kalsium dan magnesium penting untuk mendukung pembentukan tulang yang baik.

4. Mineral

Asupan mineral diperlukan untuk mendukung perbaikan saraf tubuh dan membuat tubuh menjadi lebih merasakan cita rasa makanan. Beberapa jenis mineral yang harus mendapat perhatian adalah zink dan zat besi.
Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut,  beberapa bahan makanan yang dapat dipilih adalah, makanan berkarbohidrat misalnya nasi atau mi.  Kemudian lauk protein hewani seperti daging, ikan dan telur. Pemenuhan gizi untuk tulang dan mineral dapat diperoleh dari susu, ikan teri, brokoli dan sayur bayam.
Gizi dalam penanganan anoreksia memang penting, namun keberhasilan penyembuhan anoreksia juga dipengaruhi oleh faktor vital lainnya seperti penyembuhan secara psikologis dan pemahaman akan kesehatan.

So segitu aja mungkin yang bisa gue share di blog ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa sayangi diri lo sendiri, karna kalo bukan lo ya siapa lagi?

Sumber :
Rukmana, Labibah E. 2017. Kepercayaan Diri Pada Wanita Dewasa Awal Penderita   Binge Eating. Jurnal Psikologi. 10(2).
Krisnani, Hetty, Meilanny Budiarti Santoso, Destin Putri. 2017. Gangguan Makan Anorexia Nervosa Dan Bulimia Nervosa Pada Remaja. Prosiding  Penelitian  & Pengabdian        Kepada Masyarakat. 4(3): 390-447.
Qonitah, Nabilah, Muhammad Atoillah Isfandiari. 2015. Hubungan Antara Imt Dan Kemandirian Fisik Dengan Gangguan Mental Emosional Pada Lansia. Jurnal Berkala Epidemiologi. 3(1): 1–11.

Link:
https://doktersehat.com/ini-zat-gizi-penting-untuk-mengatasi-anoreksia/

Komentar